
Sesungguhnya seseorang mendapatkan derajat orang berpuasa dan shalat malam karena akhlaknya yang mulia." (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Abu Darda radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,
Tidak ada sesuatu yang dapat memperberat timbangan (kebaikan) seorang mukmin pada hari kiamat selain kebaikan akhlaknya." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu HIbban)
Nabi ﷺ memasukkan akhlak mulia sebagai bagian dari kesempurnaan iman dalam sabdanya,
Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang terbagus akhlaknya." (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
Karena itu laksanakan wasiat beliau ﷺ,
Bertakwalah engkau kepada Allah di mana saja berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya perbuatan baik tersebut akan menghapuskannya, serta bergaulah bersama manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Ahmad dan Tirmidzi dari Abu Dzar dan Mu'ad bin Jabal radhiyallahu 'anhuma)
Lalu kerjakan apa yang disabdakan beliau ﷺ berikut ini:
Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat di antara mereka. Sedangkan amal yang paling dicintai oleh Allah 'Azza wa Jalla adalah kesenangan yang engkau masukkan dalam diri seorang muslim, atau engkau lenyapkan kesulitannya, atau membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh sekiranya aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk memenuhi kebutuhannya lebih aku sukai daripada beri'tikaf sebulan di masjid (yakni masjid Nabawi)." (HR. Thabrani)
Perkataan yang baik adalah shadaqah (berpahala)." (Muttafaq 'alaih) bahkan tersenyumpun yang tidak harus mengeluarkan tenaga besar juga diberi pahala. "Dan senyuman di wajahmu kepada saudaramu juga shadaqah (berpahala)." (HR. Tirmidzi)
Wallahu a'lam.
